Anda perlu membuat  press tool ? Hubungi kami segera...

Pada awalnya kami adalah sebuah perusahaan perbengkelan/permesinan yang melakukan proses pembuatan komponen mesin/spare parts, maupun membuat berbagai proses pembentukan dengan proses panas/dingin.  Kini kami telah mapu membuat berbagai jenis mould dan dies untuk keperluan indusgri plastik, industri otomotif dan sejenisnya.

permesinan konvensional

Kami selalu  memberikan solusi terbaik dalam menangani berbagai masalah pembuatan cetakan plastik , press tool, mould dan dies.

Dah Lih MCV 1020Kami memiliki mesin perkakas yang terawat baik, tenaga kerja yang berpengalaman, dan alat ukur yang konsisten.Semuanya kami siapkan untuk membantu anda. Mesin selalu kami perlihara sehingga akurasinya terjamin. Alat ukur selalu kami kalibrasi atau kami jaga ketepatan ukurannya. Tenaga kerja kami ikutkan dalam jamsostek, sehingga mampu berkonsentrasi penuh dengan pekerjaannya. Untuk pekerjaan-pekerjaan presisi, kamio menggunakan CNC milling dan CNC Bubut.


 

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kami di : 031-8534171 atau 031-8541360, atau krim email ke This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it .

 

 

Insentif untuk sektor Permesinan

INILAH.COM, Jakarta - Kemenkeu akan mengusulkan sektor logam dasar, kilang minyak, renewable energy, permesinan dan telekomunikasi untuk mendapatkan tax holiday.

Usulan ini merupakan bagian dari upaya revisi Peraturan Pemerintah (PP) No. 62 Tahun 2008 tentang insentif PPh. Namun baru akan diputuskan kalau sudah dibahas lagi dala sidang kabinet Kamis (7/7) mendatang.

"Jadi PP 62 itu akan direvisi. Kita akan bawakan hari Kamis nanti ke (sidang) kabinet," ujar Menteri Keuangan Agus Martowardojo di Jakarta, Senin, (4/7).

Terkait sektor yang akan mendapatkan tax allowance (tunjangan pajak), Agus mengatakan, ada 5 industri yang akan mendapatkannya. "Ada yang namanya logam dasar, kilang minyak, renewable energy, permesinan dan telekomunikasi," ucapnya.

Agus mengatakan, tidak ada potensial lost yang akan terjadi. "Karena itu semua pioneer industry dan new investment," tukasnya. [hid]

 
Ilustrasi 

JAKARTA, 23 Des 2011.  (TubasMedia.Com) – Industri perkakas adalah merupakan industri strategis yang sangat penting dalam mendorong perkembangan sektor industri lain seperti industri manufaktur, industri pekerjaan umum, pertambangan, energi hingga pertanian. Untuk itu penegmbangan industri permesinan diprioritaskan oleh pemerintah sebagai ujung tombak industri dasar yang terintegrasi dengan industri strategis lannya.

Hal itu diungkapkan Dirjen Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tingi (IUBTT) Budi Darmadi pada acara penandatanganan nota kesepakatan antara Ditjen IUBTT dan Institut Teknologi Bandung (ITB) tentang pendirian pusat pengembangan teknologi dan industri mesin perkakas dan alat kesehatan di Jakarta, Rabu.

Acara tersebut dihadiri antara lain Wakil Rektor bidang Riset dan Inovasi ITB, Wawan Gunawan, Direktur Bina Produksi dan Distribusi Alat Kesehatan, Ditjen Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan, Nasirah Bahaudin, Direktur Industri Permesinan dan Alat Mesin Pertanian Ditjen IUBTT, Tedy Sianturi dan sejumlah dosen ITB serta dunia usaha.

Diakui oleh Budi bahwa kemampuan industri permesinan di dalam negeri masih sangat kecil. Khusus untuk industri perkakas, total produksi tahun 2009 sekitar Rp 760 miliar dan 2010 Rp 850 miliar yang semuanya untuk pasar dalam negeri sementara kebutuhan mesin nasional cukup besar.

Tentang industri alat kesehatan nasional, lanjut Budi, juga perlu ditingkatkan dan didukung perkembangannya. Dalam lima tahun terakhir, perkembangan idustri alat kesehatan lokal dinilai cukup bagus. Ini ditandai dengan pertumbuhan dan pemenuhan kebutuhan dalam negeri.

Penjualan alat-alat kesehatan pada semester pertama tahun 2011, katanya bahkan meningkat 10 persen bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Menyinggung masalah nota kesepakatan katanya merupakan batu penjuru untuk kesamaan pandangan dalam pengembangan industri mesin perkakas dan alat kesehatan di dalam negeri melalui pendirian pusat pengembangan teknologi dan industri mesin perkakas dan alat kesehatan.

Ditjen IUBTT katanya telah mengidentifikasi perlunya pendirian suatu pusat pengembangan teknologi dan industri mesin perkakas dan alat kesehatan sebagai suatu lembaga yang mampu mendukung peningkatan daya saing produk mesin perkakas dan alat kesehatan di Indonesia. (sabar)